Resep Selat Solo
Membuat Resep Selat Solo butuh 12 bahan dan 1 langkah
Selat Solo - Selat Solo adalah sebuah hidangan khas Jawa yang memiliki pengaruh Hidangan Eropa dan berasal dari kota Solo, Jawa Tengah. Jadi, selain daging sapi, selat Solo juga dilengkapi dengan sayur-sayuran. Bila steak ala western dibuat dengan cara dipanggang, maka selat solo yang dimasak. Banyak yang menyebutnya sebagai Bistik Jawa. Menu turunan model barat ala Jawa yang berasal dari Solo ini akan menyegarkan pelanggan dengan saus kuah campuran bawang, cuka.
Apalagi kalau bukan Selat Solo, kuliner yang berisi olahan sapi dengan siraman kuah encer dari Nikmatnya kuah Selat Solo yang disantap dengan irisan daging sapi bisa kamu nikmati di Warung.
Resep Selat Solo Sederhana Spesial Asli Enak.
Bunda bisa buat Selat Solo memakai 12 bahan dan 1 langkah. Begini cara memasaknya.
Bahan-bahan buat Selat Solo
- Bunda butuh Bumbu Halus.
- Sediakan 500 gram daging.
- Kamu butuh 7 siung bawang merah.
- Kamu butuh 3 siung bawang putih.
- Sediakan 1/2 pala.
- Sediakan 2 sdm kecap manis.
- Sediakan 1 sdt garam.
- Kamu butuh 1 sdt gula.
- Anda butuh Pengkap.
- Siapkan 2 sdm margarin.
- Sediakan 2 gelas belimbing air.
- Anda butuh 1 buah tomat.
Cara membuat Selat Solo
- Campurkan daging dengan bumbu halus lalu diamkan di kulkas 30 menit kemudian masak masukan margarin dan daging lalu masukan air masak hingga daging agak kering. Kemudian tambahkan pelengkap lainnya.
Selat Solo - For faster navigation, this Iframe is preloading the Wikiwand page for Selat solo. Selat solo (Javanese for: "Solo salad") is a Javanese dish influenced by Western cuisine; it is a specialty of Solo city, Central Java, Indonesia. It consists of braised beef tenderloin served in thin. Selat Solo adalah salah satu makanan khas di kota Solo. Selat Solo yang dikenal juga dengan nama bistik Jawa yang sudah diberi modifikasi agar khas dengan lidah orang Solo yang sebenarnya. Salah satu kuliner terkenal di Surakarta ini merupakan bentuk akulturasi sekaligus buah penjajahan dari kolonialisme Belanda. Konon, akulturasi ini dimulai semenjak Benteng Vestenburg. Terima kasih dan Selamat Mencoba